VIRUS
Ditulis oleh
Shohib Media Youtube
on Selasa, 12 November 2013
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang
menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat
parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus
hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup
dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk
hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular
untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus
mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau
RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang
diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri
atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi
ketiganya.
Adolf Mayer (1882), ilmuwan Jerman menemukan
adanya penyakit yang menimbulkan bintik
kekuningan pada daun tembakau. Mayer melakukan
percobaan dengan menyemprotkan getah tanaman
yang sakit pada tanaman sehat, ternyata tanaman
sehat menjadi tertular. Mayer berkesimpulan bahwa
penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang
sangat kecil. Bakteri ini tidak dapat dilihat meskipun
menggunakan mikroskop.
Kemudian Dmitri Ivanovski (1892), ilmuwan Rusia
menyaring getah tanaman tembakau yang sakit
dengan penyaring bakteri tetapi partikel yang
menyerang tembakau tersebut lolos dari penyaring
bakteri. Ivanovski menduga bahwa penyakit mosaik
pada tanaman tembakau ini disebabkan oleh suatu
organisme yang berukuran lebih kecil dibandingkan
bakteri. Ia merasa ada kesalahan pada teknik
penyaringan. Seperti halnya Mayer, Ivanovski
berkesimpulan bahwa penyebab penyakit mosaik
pada tanaman tembakau adalah bakteri.
Martinus W. Beijeinck (1897), ahli mikrobiologi
Belanda menemukan fakta bahwa partikel
mikroskopis penyerang tembakau dapat bereproduksi
pada tanaman tembakau, tetapi tidak dapat
dibiakkan pada medium pertumbuhan bakteri.
Beijerinck berpendapat bahwa ada agen yang
menginfeksi tanaman tembakau, meskipun ia sendiri
belum mengetahui hal itu. Beijerinck menyebut agen
penginfeksi itu sebagai virus lolos saring ( filterable
virus). Ia memberi nama demikian karena agen
tersebut dapat lolos dari saringan bakteri dan tidak
dapat diamati dengan mikroskop cahaya.
Kemudian Wendell Stanley (1935), berhasil
mengkristalkan partikel yang menyerang tanaman
tembakau. Partikel mikroskopis tersebut dinamakan
TMV (Tobacco Mozaic Virus).
Perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya
memberi kita pemahaman bahwa berbagai jenis virus
merupakan penyebab penyakit pada tumbuhan,
hewan, dan manusia. Istilah virus lolos saring
kemudian disingkat menjadi virus. Iwanowski dan
Beijerinck dinobatkan sebagai penemu virus.
Virus memiliki ciri khusus yang membedakannya
dengan kelompok makhluk hidup yang lain. Dalam
klasifikasi makhluk hidup, virus dipisahkan menjadi
kelompok tersendiri. Ilmu yang mempelajari virus
disebut virologi.
Virus bersifat aseluler (tidak
mempunyai sel)
Hanya dapat berkembangbiak dalam
sel hidup
Virus berukuran mikroskopis, berkisar
antara 20-300 milimikron
Virus hanya memiliki salah satu
macam asam nukleat ( DNA dan RNA)
Virus dapat dikristalkan
Mempunyai bentuk yang bervariasi
(heliks, polihidris, kompleks, dan
sampul virus)
Virus tersusun atas asam nukleat yang
diselubungi kapsid
Dalam siklus litik, virus akan menghancurkan sel
induk setelah berhasil melakukan reproduksi.
Fase-fase:
1. Fase Absorbsi (Pelekatan)
Tahap absorbsi (pelekatan) adalah saat partikel virus
(virion) melekat pada sel yang diinfeksi. Tempat
pelekatan virus pada sel inang terjadi pada reseptor
(protein khusus pada membran plasma sel inang
yang mengenali virus).
2. Fase Penetrasi
Tahap penetrasi adalah tahap virus atau materi
genetik virus masuk ke dalam sitoplasma sel inang.
3. Fase Replikasi dan Sintesis
Tahap replikasi dan sintesis adalah tahap terjadinya
perbanyakan partikel virus di dalam sel inang. Sel
inang akan dikendalikan oleh materi genetik dari virus
sehingga sel dapat membuat komponen virus, yaitu
asam nukleat dan protein untuk kapsid.
4. Fase Perakitan (Pematangan)
Tahap perakitan (pemasangan) adalah tahap
penyusunan asam nukleat dan protein virus menjadi
partikel virus yang utuh.
5. Fase Pelepasan (Pembebasan)
Tahap pelepasan (perakitan) adalah tahap partikel
virus keluar dari sel inang dengan memecahkan sel
tersebut. Dengan begitu, sel inang menjadi mati.
Dalam siklus lisogenik, virus tidak menghancurkan
sel, tetapi berintegrasi dengan DNA sel induk.
Fase-fase:
1. Fase Absorbsi dan Infeksi
Virus (fag/fage) menempel di tempat yang spesifik
pada sel bakteri.
2. Fase Penetrasi
DNA virus masuk ke dalam sel bakteri.
3. Fase Penggabungan
DNA virus bergabung dengan DNA bakteri membentuk
profag.
4. Fase Replikasi
DNA virus (dalam profag) akan terus bertambah
banyak jika sel bakteri terus menerus membelah.
Dalam kasus yang jarang terjadi, DNA virus akan
terpisah dari profag dan akan memasuki siklus litik.
Virus menunjukkan ciri kehidupan hanya jika berada
pada sel organisme lain (sel inang). Sel inang virus
berupa bakteri, mikroorganisme eukariot (seperti
Protozoa dan jamur), sel tumbuhan, sel hewan, dan
sel manusia. Virus yang menyerang tumbuhan dapat
masuk ke dalam tumbuhan lain, terutama melalui
perantara serangga. Virus yang menyerang hewan
atau manusia dapat masuk ke dalam tubuh hewan
atau manusia lain misalnya melalui makanan,
minuman, udara, darah, luka, atau gigitan.
Klasifikasi virus tidak mengikuti sistem Linnaeus
melainkan sistem ICTV (International Comitee on
Taxonomy of Viruses = Komite Internasional untuk
Taksonomi Virus). Klasifikasi virus terbagi dalam tiga
tingkat takson, yaitu famili, genus, dan spesies.
Nama famili virus diakhiri dengan viridae, sedangkan
nama genus diakhiri dengan virus. Nama spesies
menggunakan bahasa Inggris dan diakhiri dengan
virus. Saat ini, jenis virus yang sudah teridentifikasi
sekitar dua ribu spesies.
Virus bakteri adalah virus yang sel inangnya adalah
sel bakteri. Virus bakteri disebut juga bakteriofage
atau fage (Latin, phage = memakan). Virus bakteri
mengandung materi genetik berupa DNA.
Virus mikroorganisme eukariot adalah virus yang sel
inangnya berupa mikroorganisme yang tergolong
eukariot. Virus ini terutama mengandung RNA. Virus
yang menyerang jamur disebut Mycovirus.
Virus tumbuhan adalah virus yang sel inangnya
adalah sel tumbuhan. Virus tumbuhan sebagian besar
mengandung RNA.
Virus hewan adalah virus yang sel inangnya adalah
sel hewan atau sel manusia. Virus hewan
mengandung RNA atau DNA.
0 komentar:
Posting Komentar